Mengenal lebih dekat sejarah, jati diri, serta arah tujuan Desa Kutayasa
Desa Kutayasa merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara. Sejak dahulu, Desa Kutayasa dikenal sebagai wilayah agraris yang masyarakatnya hidup dari sektor pertanian dan perkebunan. Kehidupan masyarakat desa tumbuh dengan menjunjung tinggi nilai gotong royong, kebersamaan, dan adat budaya Jawa yang masih terjaga hingga sekarang.
Nama “Kutayasa” dipercaya berasal dari kata “Kuta” yang berarti tempat atau wilayah, dan “Yasa” yang berarti pembangunan atau kemakmuran. Hal tersebut menggambarkan harapan mendalam para pendahulu agar desa ini senantiasa menjadi tempat yang maju, aman, dan sejahtera bagi seluruh masyarakatnya.
Sehingga secara filosofi dapat dimaknai sebagai:
“Tempat yang dibangun untuk kehidupan yang baik dan kuat.”
Sebelum Indonesia merdeka, wilayah Kutayasa terdiri dari dua desa, yaitu Desa Kutayasa dan Desa Sawangan. Desa Kutayasa pada saat itu memiliki Dusun Selagara, sedangkan Desa Sawangan belum memiliki pembagian dusun. Kemudian pada tahun 1981 dilakukan penyepokan atau penggabungan kedua desa tersebut menjadi satu desa, yaitu Desa Kutayasa.
Setelah penggabungan tersebut, Desa Kutayasa terbagi menjadi tiga dusun, yaitu:
• Dusun Selagara
• Dusun Kutayasa
• Dusun Sawangan
Sejak saat itu, Desa Kutayasa terus berkembang menjadi desa yang lebih maju dengan tetap mempertahankan nilai kebersamaan, budaya lokal, dan semangat gotong royong masyarakatnya.
Desa Kutayasa terletak di Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara, dengan lingkungan alam yang asri, sejuk, dan masih terjaga kealamiannya. Kehidupan masyarakatnya dikenal rukun, ramah, serta menjunjung tinggi nilai gotong royong dalam berbagai aktivitas sosial dan pembangunan desa.
Perekonomian desa sebagian besar bertumpu pada sektor pertanian sebagai mata pencaharian utama warga, dengan komoditas seperti padi, sayuran, dan hasil perkebunan. Selain itu, kegiatan perdagangan lokal juga berjalan melalui pasar dan aktivitas jual beli hasil pertanian yang menjadi penopang ekonomi masyarakat.
Selain pertanian, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga berkembang dan berperan penting dalam meningkatkan pendapatan warga serta membuka peluang kerja bagi masyarakat desa.
Pemerintah Desa Kutayasa terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui digitalisasi dan pembangunan infrastruktur desa. Di sisi lain, nilai budaya, kebersamaan, dan tradisi lokal tetap dijaga dengan baik sebagai identitas masyarakat, sehingga desa dapat berkembang tanpa meninggalkan jati dirinya.
“Terwujudnya Desa Kutayasa yang maju, mandiri, sejahtera, religius, dan berbudaya melalui pembangunan yang partisipatif dan berkelanjutan.”